Fortune Indonesia Berita Ekonomi Terbaru,

Pengaturan Ulang Tarif Go-food dengan Sejumlah Penambahan Biaya untuk Konsumen

Gojek merupakan salah satu bisnis start-up Indonesia yang berkembang pesat dari waktu ke waktu dimana salah satu terobosan Go-jek yaitu Go-food memiliki jutaan pelanggan yang sangat loyal. Untuk Anda yang menggemari layanan pesan antar makanan Go-food, informasi berikut ini tentunya adalah informasi yang cukup menarik untuk disimak sebab pihak Go-jek akan melakukan atur ulang tarif Go-food sehingga sedikit perubahan biaya dari biasanya berikut ini menariknya.

 

1. Menuai protes

Rencana pihak Go-jek untuk mengatur ulang tarif layanan makanan atau yang kita kenal dengan nama Go-food ternyata menuai banyak protes terutama dari para Mitra pengemudinya. Rubi Purnomo yang menjabat sebagai SVP corporate affairs Go-jek mengungkapkan pengaturan ulang ongkos kirim dilakukan pihak Go-jek untuk pengiriman jarak dekat hingga mencapai 2 km, sementara ongkos kirim dalam jarak di atas 2 Km maka akan tetap sama seperti sebelumnya.

 

2. Wadah kopi darat

Seperti dilansir pada Selasa 23 November silam, menyatakan pihak Go-jek selalu membuka diri terhadap setiap aspirasi dari berbagai mitra mereka di seluruh penjuru daerah nusantara di mana hingga saat ini Go-jek sendiri telah mempunyai sebuah wadah seperti kopi darat dan berbagai sarana untuk komunikasi lain yang bisa digunakan para mitra hingga komunitas driver untuk menyampaikan keluh kesah dan aspirasi mereka.

 

3. Penurunan tarif ditolak

Mengenai penurunan tarif yang telah ditetapkan memang menurut Robi terjadi protes hingga penolakan meski dia menjelaskan bahwa kebijakan yang Gojek ambil tersebut merupakan salah satu upaya meningkatkan potensi pendapatan khususnya oleh para mitra Go-jek sendiri. Hal ini dikarenakan mekanisme yang mereka baru tetapkan ini sangat memungkinkan adanya waktu lebih untuk bisa menyelesaikan pesanan lebih singkat dengan jarak yang lebih dekat sehingga dimaksudkan para mitra driver bisa mendapatkan lebih banyak orderan.

 

4. Skema apresiasi tambahan

Selain proses penyesuaian harga baru, Go-jek juga menyediakan beberapa solusi diantaranya skema apresiasi tambahan yang ditujukan kepada Mitra pengemudi di seluruh daerah yang tentu saja besarnya mengikuti aturan daerah masing-masing. Rubi menambahkan bahwa hal ini sejalan dengan fokus perusahaan Go-jek demi memaksimalkan peluang dan pendapatan yang dihasilkan oleh mitra driver..

 

5. Telah melalui uji coba

Pihak Go-jek sendiri sudah melakukan uji coba untuk pemberlakuan penyelesuaian ongkir tepatnya jabodetabek di mana Go-jek mendapati fakta bahwa pemberlakuan penyesuaian ongkir Ini meningkatkan jumlah order jarak dekat sehingga memberi dampak positif pada Jumlah pendapatan Mitra pengemudi jika dibandingkan dengan periode sebelum ongkir disesuaikan seperti ini. Hal ini tentu cukup bagus dan berpotensial meningkatkan penghasilan Mitra pengemudi sehingga Go-jek menganggap hal ini merupakan jalan keluar terbaik agar mitra pengemudi juga bisa mendapatkan penghasilan maksimal.

 

6. Time fee dan parking fee

Selain penyesuaian ongkos kirim gojek juga membuat layanan Go-food fase pertama dengan pemberlakuan biaya waktu tunggu atau dikenal sebagai wait time fee dan juga biaya parking atau parking fee tentunya secara bertahap demi menghindari miskonsepsi. Hal ini diambil Go-jek sebagai langkah yang diharapkan bisa semakin memaksimalkan pendapatan Mitra driver Go-jek secara organik. Jadi, meski terlihat sekilas memberatkan para mitra driver dengan tarif yang lebih tinggi, tetapi dilakukan demi kebaikan bersama.

 

Itulah beberapa fakta menarik terbaru tentang  terobosan Go-jek, perusahaan yang masuk ke dalam daftar 100 Fortune Indonesia: Berita Ekonomi Terbaru, demi meningkatkan penghasilan para mitra driver mereka. Jika Anda ingin mendapatkan informasi-informasi menarik seputar bisnis yang berkualitas dan terpercaya maka jangan lupa untuk berlangganan majalah Fortune Indonesia dengan harga terjangkau di kios atau toko buku terdekat.

Tinggalkan komentar